THE LIFE OF A VENGEFUL MAN
Karya : Clara Julia N
Bab 1
Kehilangan Glen Membuatnya Hilang Arah
Disebuah kota kecil yang dikelilingi pegunungan hijau tinggallah seorang anak bernama Alex. Alex merupakan anak tunggal yang tumbuh dalam keluarga harmonis. Meskipun Alex tidak memiliki saudara kandung, akan tetapi kehadiran Glen membuatnya merasa tidak pernah sendirian.
Suatu hari mereka mendengar kabar dari penduduk sekitar bahwa terdapat gua misterius di lereng pegunungan. Glen berencana mengajak Alex untuk berkunjung ke tempat tersebut.
"Alex bagaimana jika besok kita pergi ketempat itu?" tanya Glen dengan bersemangat.
"Oh ayo aku juga penasaran dengan tempat itu" jawab Alex yang tentu saja setuju dengan ajakan Glen.
Tempat tersebut memang sangat misterius, gua itu saja belum pernah tereksplorasi oleh siapapun.
Hari sudah tiba Alex dan Glen menyiapkan barang-barang keperluan mereka sebelum pergi ke gua misterius itu. Setelah semua sudah tertata, mereka segera berangkat menuju gua tersebut dengan jalan kaki. Tiba disana gua misterius itu memang terlihat sempit dan banyak sekali jalan bercabang masuk menuju gua itu. Mereka bingung mana jalan yang akan dipilih untuk masuk ke gua tersebut.
"Alex bagaimana jika kita memilih jalan yang terlihat sangat sempit itu. Aku berfikir jika kita masuk melalui jalan itu akhir nanti kita pasti menemukan hal yang sangat indah dan menakjubkan" tanya Glen dengan rayuan nya kepada Alex agar mau melewati jalan yang sangat sempit itu.
"Tentu saja mau, ya sudah ayo segera masuk sebelum matahari terbenam" jawab Alex dengan semangat memasuki gua misterius itu.
Glen dengan semangat menuju gua tersebut melangkah lebih dulu dibandingkan dengan Alex. Namun, baru saja masuk ke dalam gua sudah terdengar suara gemuruh seakan-akan gua tersebut akan runtuh. Benar saja tidak lama Glen tertimpa bebatuan besar dari atas gua. Alex yang melihat kejadian itu kaget dan sangat shock karena didepan matanya sendiri sahabat terdekat nya tewas secara tragis. Hal ini lah yang menyebabkan Alex merasa sedih berlarut-larut karena dia harus kehilangan sahabat terdekatnya dan membuat Alex merasa bahwa tuhan tidak adil padanya.
Kehilangan Glen tentu saja membuat Alex sangat terpuruk. Alex merasa kehidupan sangat tidak adil padanya dan terus bertanya-tanya mengapa tuhan membiarkan sesuatu yang ia anggap berharga diambil darinya. Rasa kehilangan itu terus bermunculan hingga menimbulkan hilangnya rasa kepercayaan akan keberadaan tuhan.
Bab 2
Tenangkan Diri di Desa yang Indah
Suatu ketika, Alex merasa bahwa dirinya merasa perlu menjauh dari kehidupan sehari-hari nya. Ia tidak mau terus-terusan berada di masa-masa sedih yang membuatnya sangat terpuruk. Dipenuhi dengan keinginan untuk menenangkan diri, Alex dengan berat hati memutuskan pergi ke desa yang indah dimana pamannya tinggal. Meskipun kehilangan Glen tetap dalam kenangan, akan tetapi ia berfikir bahwa dengan kunjungan nya ke desa akan membuka pintu dan pikiran bagi Alex untuk menerima semua yang terjadi.
Tiba di desa Alex dijemput oleh pamannya di terminal. Disitulah kehidupan baru dimulai, akan tetapi tetaplah sama Alex yang hari-harinya ceria dan periang tiba-tiba menjadi seorang pendiam dan tidak banyak bicara. Alex dan paman segera menuju ke rumah tempat pamannya tinggal. Tiba di rumah Alex segera membersihkan dirinya dan merapihkan barang-barang yang ia bawa.
Bab 3
Berburu Hewan di Hutan
Keesokan harinya Alex diajak oleh pamannya berburu hewan di hutan dekat rumahnya. Alex disana juga merasa bahwa kebutuhan untuk menyatu dengan alam tempat ia tinggal sekarang. Alex memberanikan diri memasuki hutan yang lebat, dengan dibekali senapan angin dan alat berburu lainnya. Di sana, Alex belajar menghargai keindahan alam dan bertanggung jawab terhadap ekosistem yang ada.
Hari menjelang malam, Alex yang sudah berhasil berburu walaupun hanya sekali ia segera membawa hewan buruan nya pulang. Dengan senyum yang sumringah atas keberhasilannya ia menenteng hewan tersebut dan diberikan kepada pamannya untuk dimasak. Malam itu sangat melelahkan bagi Alex, akan tetapi jika tidak diisi dengan kegiatan Alex akan terus murung dan memikirkan yang lalu. Hari terus berlalu, Alex tetap saja mengisi kegiatan nya didesa dengan enjoy dan santai.
Bab 4
Siapa kah Syna?
Suatu ketika, saat Alex sedang berjalan-jalan di desa pamannya, secara tidak sengaja menabrak seorang wanita cantik.
"Aduh, sorry aku tidak sengaja, mari aku bantu" ucap Alex yang tidak sengaja menabrak dan menjatuhkan barang bawaan wanita cantik tersebut.
"Sudah tidak apa-apa namanya juga ngga sengaja" jawab wanita tersebut dengan judes. Akan tetapi ketika ia mendongakkan kepala nya sekita ia menjadi wanita yang lemah lembut.
"Oh iya perkenalkan nama aku Syna, sepertinya kamu orang baru ya?" Ucap wanita tersebut dan menanyakan Alex dengan gerak gerik yang genit.
"Iya kebetulan aku baru pindah ke desa ini, oh iya kenalin juga aku Alex" jawab Alex sambil memperkenalkan dirinya.
Setelah perkenalan tersebut mereka masing-masing saling bertukar alamat rumah dan nomor telepon. Seiiring berjalannya waktu, mereka berdua semakin dekat bahkan tiap hari kerap keluar menghabiskan waktu bersama. Hal ini menyebabkan hubungan pertemanan mereka semakin erat. Syna yang membawa semangat baru dalam hidup Alex, dan membantunya mengalihkan fokus dari kehilangan sebelumnya. Dengan kehadiran Syna, Alex belajar bahwa meskipun kehidupan bisa penuh dengan perubahan, akan tetapi teman-teman baru dapat membawa warna dan kebahagian yang tak terduga.
Bab 5
Cinta....?
Seiring berjalannya waktu, pertemanan mereka semakin mendalam. Mereka tidak hanya sekedar teman, akan tetapi mulai merasakan kecocokan yang lebih dalam. Suatu hari, dibawah cahaya bulan di tepi danau desa mereka duduk dan menikmati keindahan danau tersebut.
"Malam ini sangat cantik, seperti dirimu Syna, ternyata sudah sejauh ini pertemanan kita. Adanya dirimu membuat aku tersadar jika kita tetap dibayang-bayang masa lalu pikiran tidak akan maju. Syna aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu, aku ingin mulai malam ini kau menjadi milikku". Ucap Alex menyatakan perasaan nya kepada Syna.
"Jika perkataan mu benar-benar serius aku menyetujui keinginan mu". Jawab Syna dengan tersipu malu. Mulai malam itu mereka sudah resmi berpasangan dan hari-hari selalu mereka lalui bersama.
Malam itu Syna sangat merasakan kebahagian yang sangat mendalam, hingga membuat Syna tersenyum bahagia. Dengan resmi berpacaran, Alex dan Syna merayakan hubungan mereka yang baru dengan langkah lebih dekat. Keakraban mereka menjadi dasar yang kuat untuk membangun hubungan yang penuh dengan cinta dan saling mendukung. Perjalanan baru dalam kisah cinta mereka dimulai dengan harapan, kepercyaan, dan komitmen satu sama lain.
Bab 6
Mengapa harus KEHILANGAN??!!
Hari-hari Alex lalui dengan santai menikmati hidupnya saat ini. Ia seakan lupa tentang rasa kehilangan yang sudah berlalu. Namun, suatu ketika Alex sangatlah terkejut mendapatkan kabar dari pamannya.
"Alex, paman tau apa yang kamu rasakan lalu sangatlah sakit dan menyayat hatimu, paman tau betapa hampanya kamu ketika harus merasakan kehilangan seseorang yang kita sayang" ucap paman yang tidak tega ingin memberi kabar tersebut.
"Ah... paman sudahlah yang lalu biarlah berlalu, toh kita juga tidak boleh menyerah begitu saja, yang namanya kehilangan sudah pasti menyakitkan, tapi lebih sakit lagi jika kita harus membayangkan hal-hal itu saja. Kehilangan itu pasti ada" jawab Alex yang masih belum paham apa yang dikatakan pamannya.
Paman nya sangatlah ragu untuk menyampaikan berita tentang kedua orang tua Alex. Paman merasa takut jika nantinya Alex akan merasakan hampa dan kesedihan yang berlarut-larut, akan tetapi lebih sedih lagi jika Alex tidak mengetahui kabar tersebut.
"Alex paman tau kamu anak yang kuat, paman ingin memberikan suatu kabar penting kepadamu" ucap paman dengan berat hati ingin memberitahu kepada Alex.
"Apa itu paman?" jawab Alex yang sudah mulai muncul firasat tidak enak didalam pikirannya
"Kedua orang tua mu sudah tiada, tetapi apapun itu kamu harus tetap semangat, kamu harus buat bangga kedua orang tuamu, jika dikatakan sedih memang sedih, tetapi lebih sedih lagi jika kedua orang tuamu melihat kamu disini berlarut dalam kesedihan terus-menerus" ucap paman sambil menepuk pundak untuk menguatkan Alex.
Hari-hari Alex lalui tetapi ia masih merasa sulit menerima kenyataan pahit ini semua. Rasa kehampaan dan kebingungan terus. Ia merasa terombang-ambing dalam gelombang emsi yang tak terkendali. Alex terus berusaha mencari makna dibalik kehilangan besar ini dan bertanya-tanya mengapa tuhan sangat tidak adil padanya. Akan tetapi dengan dukungan dari teman-temannya dan utamanya Syna, Alex menemukan kekuatan dalam menjalani kehidupan meskipun rasa kehilangan yang mendalam. Alex terus melangkah maju dengan tekad untuk menjalani hidup dengan penuh arti meskipun rasa kehilangan tetap ada sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.
Bab 7
Kembali bangkit......
Di tengah permasalahan yang datang kepada Alex, Syna terus memberikan semngat kepada Alex. Syna juga kerap menasehati Alex agar tetap berada dijalan tuhan. Syna sangat merasa sedih dengan apa yang dialami Alex, meskipun begitu ia harus tetap kuat. Syna terus membuat hal-hal yang dapat menghibur Alex, agar ia lupa akan kesedihannya.
Bab 8
Haruskah pergi darimu?
Suatu hari, Alex mengalami pergolakan emosional yang mendalam dan tanpa alasan yang jelas, ia mulai menyangkal kehadiran Syna dalam hidupnya. Meskipun Syna mencoba mencari tahu penyebab perubahan drastis ini, Alex memilih untuk menjauh tanpa memberikan penjelasan yang memadai. Syna merasa bingung dan terluka oleh perubahan sikap Alex. Mereka yang sebelumnya begitu dekat, sekarang terpisah oleh dinding ketidak pahaman. Alex, terhanyut dalam perasaan kehilangan dan kebingungan, tidak menyadari bahwa tindakannya telah merusak hubungan yang begitu berharga. Waktu berlalu, dan kesenjangan antara Alex dan Syna semakin melebar. Alex terus menjalani hidupnya tanpa kehadiran Syna, meskipun dalam hatinya masih ada kerinduan yang terpendam. Sementara itu, Syna mencoba mengatasi kehilangan persahabatan yang begitu berarti baginya.
Bab 9
Pembalasan dendam ku!!!!
Alex, terhanyut dalam gelombang emosi kehilangan dan kebingungan, merasa dorongan untuk membalaskan dendam kepada pemerintah atas suatu kejadian tragis yang dialaminya. Dengan semangat penuh amarah, ia memutuskan untuk membentuk suatu pasukan yang bersatu untuk tujuan tersebut. Walaupun rasa kehilangan itu sudah hilang, akan tetapi ia tetap terima atas semua yang terjadi, maka dari itu ia memiliki niat untuk balas dendam.
Bab 10
Mata-mata yang Menjebak?
Seiring berjalannya waktu, pemerintah menjadi sadar akan aktivitas pasukan yang dipimpin oleh Alex. Mata-mata yang terlatih berhasil mendapatkan informasi tentang rencana mereka untuk membalaskan dendam. Pemerintah, merasa perlu untuk menghindari potensi konflik dan kerusuhan, memutuskan untuk menanggapi dengan tegas.
Dalam sebuah operasi yang terkoordinasi, pasukan keamanan pemerintah menangkap Alex dan anggota pasukan. Mereka dihadapkan pada konsekuensi dari tindakan mereka yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan negara. Kejadian ini menciptakan ketegangan yang semakin meningkat antara pemerintah dan kelompok yang dipimpin oleh Alex.
Bab 11
Penyelamatku? SYNA...
Dengan hati yang penuh tekad, Syna merencanakan dan melaksanakan operasi penyelamatan untuk membebaskan Alex dan anggota pasukan yang ditahan. Dengan misi yang telah dirancang oleh Syna, mereka berhasil memasuki fasilitas penahanan pemerintah tanpa diketahui. Berkat upaya penyelamatan Syna, Alex bisa bebas menghirup udara luar.
Bab 12
Kembalinya Syna.....
Setelah pengalaman penyelamatan yang dilakukan oleh Syna, hati Alex mulai terbuka kembali. Kepercayaan yang terjalin antara keduanya semakin kuat. Alex mulai mengakui kebaikan serta kebijaksanaan dalam pendekatan Syna yang lebih damai. Syna menjadi teman yang setia dan menyediakan dukungan tanpa syarat saat Alex melalui masa-masa sulit. Penerimaan ini membawa perubahan positif dalam pandangan Alex terhadap kehidupan dan tujuan perjuangannya.
Bab 13
Misi Pembalasan
Dengan bimbingan Syna, Alex mulai memimpin pasukan dengan visi yang lebih seimbang dan konstruktif. Pasukan yang dipimpin oleh Alex dan didukung oleh Syna mulai merencanakan dan melaksanakan serangkaian aksi pemberontakan yang terkoordinasi. Meskipun Syna terus berupaya untuk memastikan bahwa tindakan mereka tetap sesuai dengan prinsip-prinsip.
Bab 14
Penyusupan Gedung Pemerintah
Dengan tekad dan persiapan yang matang, Alex, Syna, dan pasukan mereka memutuskan untuk menyusup ke dalam daerah kota untuk mengepung gedung pemerintahan, termasuk gedung putih. Rencana ini merupakan langkah ekstrim yang mereka yakini diperlukan untuk menarik perhatian dunia terhadap ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah. Ketika mereka mendekati gedung pemerintahan, situasi menjadi semakin tegang. Pasukan mulai mengepung dengan hati-hati sesuai dengan rencana awal mereka.
Bab 15
Keberhasilan Mengepung Gedung Pemerintah
Alex, Syna, dan pasukannya mereka bergerak dengan penuh kehati-hatian menuju gedung putih. Dengan keterampilan mata-mata dan keberanian, mereka berhasil menghindari deteksi oleh pasukan keamanan yang berjaga disekitar area tersebut. Dengan keterampilan mereka semua berhasil masuk ke dalam gedung tersebut tanpa terdeteksi.
Bab 16
Pengepungan Ruang Presiden !!!
Alex, Syna, dan pasukannya yang penuh tekad, berhasil menyusup ke dalam gedung pemerintahan Clorida dan mecapai ke ruangan presiden. Mereka masih sangat berhati-hati, menghindari pengawasan yang ketat. Saat sudah mendekati ruangan presiden, Alex menjelaskan dan mengarahkan rencana-rencana yang sudah disusun dan harus dijalankan.
Bab 17
Pembunuhan Yang Tragis !!!
Alex dan Syna memasuki ruangan presiden dan menyiapkan senjata yang mereka gunakan. Meskipun kondisi ruangan sangat tegang, mereka harus berbicara pelan-pelan sambil menggunakan kode. Mereka menyiapkan panah, dan akhirnya mereka berhasil memanah tepat pada jantung presiden Clorida.
Bab 18
Keberhasilan.....
Meskipun mereka telah terlibat dalam tindakan yang ekstrim dan tidak baik, mereka akhirnya menyadari konsekuensi tragis. Dalam perjalanan mereka menuju penerimaan, dan pemahaman, mereka memutuskan untuk mengubah arah hidup mereka. Pergulatan batin yang dialami keduanya membawa mereka mendekatkan diri pada nilai-nilai spiritual dan keyakinan tuhan. Bersama-sama mereka menemukan arti sejati dalam kasih sayang, kedamaian, dan keadilan.
Komentar
Posting Komentar